KATA PENGANTAR
Assalamualaikum W. W.
Alhamdulilah puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan sebagian kenikmatannya dan
ilmu yang diberikan kepada saya dalam menyusun Tugas Akhir Semester mata kuliah
Pragmatik sehingga Tugas Akhir Semester ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Tidak lupa pula saya mengucapakan terima kasih kepada dosen mata
kuliah Pragmatik Siti Chodijah, M. Pd. serta kepada pihak yang telah membantu
saya menyusun makalah ini dengan judul “Analisis Implikatur Percakapan dalam
Iklan Djarum 76 versi Kontes Jin”.
Saya menyadari “tak ada gading yang tak retak” makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran dari teman-teman yang sifatnya
membangun peran sosial yang sangat penting di masyarakat demi
kesempurnaan tugas ini di lain kesempatan. Akhir kata, semoga tugas Akhir
Semester ini dapat diterima dan dapat memberi manfaat bagi pihak yang
membutuhkan.
Wassalamualaikum W. W.
Bogor, 2 Februari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR
ISI............................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN...........................................................................................
1
A. Latar
Belakang ................................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah ............................................................................................ 2
C. Tujuan
.............................................................................................................. 2
BAB
II LANDASAN TEORI..................................................................................... 3
A. Implikatur
Percakapan ..................................................................................... 3
B. Ciri-ciri
Implikatur Percakapan ........................................................................ 3
C. Jenis-jenis
Implikatur Percakapn ..................................................................... 5
D. Iklan
................................................................................................................. 5
BAB
III PEMBAHASAN .......................................................................................... 7
A. Metode
Penelitian ............................................................................................ 7
B. Hasil
Penelitian ................................................................................................ 7
BAB
IV PENUTUP .................................................................................................... 10
A. Simpulan
.......................................................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................................. 11
LAMPIRAN
............................................................................................................... 12
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Bahasa
merupakan suatu alat yang paling utama untuk berkomunikasi antar manusia.
Dengan kata lain, manusia akan sangat tergantung sekali pada suatu bahasa dan
mengingat juga bahwa manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat
hidup tanpa orang lain. Dalam hal ini tentulah antar manusia akan terjadi suatu
interaksi (komunikasi) untuk berbagai tujuan.
Berbagai
fenomena yang muncul di dalam kehidupan praktis akan berpengaruh besar terhadap
suatu bahasa. Sering kali kaidah-kaidah bahasa yang disepakati mengalami
perubahan menghadapi fenomena penggunaan bahasa pada tataran praktis..
Percakapan
pada hakikatnya adalah peristiwa berbahasa lisan antara dua orang partisipan
atau lebih yang pada umumnya terjadi dalam suasana santai maupun formal.
Percakapan merupakan wadah yang memungkinkan terwujudnya prinsip-prinsip
Pragmatik dalam peristiwa berbahasa. Untuk itu perlu memahami Implikatur
Percakapan, agar apa yang diucapkan dapat dipahami oleh lawan tutur.
Salah satu
bagian dari kajian pragmatik adalah implikatur percakapan. Dalam suatu
komunikasi, di dalamnya dapat dipastikan akan terjadi suatu percakapan.
Percakapan yang terjadi antar penutur sering kali mengandung maksud-maksud
tertentu yang berbeda dengan struktur bahasa yang digunakan. Dalam kondisi tersebut
suatu penggunaan bahasa sering kali mempunyai maksud-maksud yang tersembunyi di
balik penggunaan bahasa secara struktural. Pada kondisi seperti itulah suatu
kajian implikatur percakapan mempunyai peran yang tepat untuk mengkaji suatu
penggunaan bahasa.
Dalam
iklan Djarum 76 versi kontes jin tersebut sering sekali muncul suatu percakapan
yang mengandung maksud-maksud tertentu yang terkadang berbeda dengan apa yang
terkandung dalam pertuturan yang muncul. Dalam hal ini pengkajian dari sudut
Implikatur Percakapan dimungkinkan dapat memperjelas proses komunikasi yang
terjadi. Oleh karena itu, peneliti akan mengkaji lebih mendalam mengenai
implikatur iklan Djarum 76 versi Kontes Jin.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan Implikatur Percakapan ?
2. Apa
yang dimaksud dengan Iklan ?
3. Bagaimana
hasil analisis Implikatur Percakapan dalam Iklan Djarum 76 versi Kontes Jin ?
C. Tujuan
Berdasarkan latar
belakang dan rumusan masalah, pembaca dapat mengetahui :
1. Penggunaan
Implikatur Percakapan.
2. Analisis
Implikatur Percakapan dalam Iklan Djarum 76 versi Kontes Jin.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Implikatur
Percakapan
Implikatur
merupakan salah satu bagian dalam pragmatik. Berkaitan dengan pengertian,
berikut beberapa pengertian tentang implikatur yang dikemukakan oleh ahli-ahli
bahasa. Menurut Brown dan Yule (1996 :
31) istilah implikatur dipakai untuk menerangkan apa yang mungkin
diartikan, disarankan, atau dimaksudkan oleh penutur yang berbeda dengan apa
yang sebenarnya yang dikatakan oleh penutur. Pendapat itu bertumpu pada suatu
makna yang berbeda dengan makna tuturan secara harfiah.
Hampir
sama dengan pendapat Brown dan Yule, tetapi Grice, H.P (Suyono, 1990:14) mencoba mengaitkan suatu konteks yang
melingkupi suatu tuturan yang turut memberi makna. Lebih singkat lagi,
mengatakan implikatur percakapan sebagai salah satu aspek kajian pragmatik yang
perhatian utamanya adalah mempelajari ‘maksud suatu ucapan’ sesuai
dengan konteksnya. Implikatur Percakapan dipakai untuk menerangkan makna implisit
dibalik “apa yang diucapkan atau dituliskan” sebagai “sesuatu yang
dimplikasikan”.
Berdasarkan
dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa implikatur percakapan
adalah suatu bagian dari kajian pragmatik yang lebih mengkhususkan kajian pada
suatu makna yang implisit dari suatu percakapan yang berbeda dengan makna
harfiah dari suatu percakapan.
B. Ciri-ciri Implikatur Percakapan
Menurut Nababan (1987:39) ciri-ciri implikatur
percakapan, sebagai berikut:
1. Sesuatu implikatur percakapan dapat
dibatalkan dalam hal tertentu, umpamanya dengan menambahkan klausa yang
mengatakan bahwa seseorang tidak mau memakai implikatur percakapan itu, atau
memberikan suatu konteks untuk membatalkan implikatur itu.
2. Biasanya tidak ada cara lain untuk
mengatakan apa yang dikatakan dan masih mempertahankan implikatur yang
bersangkutan.
3. Implikatur percakapan
mempersyaratkan pengetahuan terlebih dahulu arti konvensional dari kalimat yang
dipakai. Oleh karena itu, isi implikatur percakapan tidak termasuk dalam arti
kalimat yang dipakai.
4. Kebenaran isi dari suatu implikatur
percakapan bukan tergantung pada kebenaran yang dikatakan. Oleh karena itu,
implikatur tidak didasarkan atas apa yang dikatakan, tetapi atas tindakan yang
mengatakan hal itu.
Senada
dengan pendapat sebelumnya Grice, H.P (Mujiyono, 1996:40) mengemukakan
ada 5 ciri-ciri dari implikatur percakapan, yakni:
1.
Dalam
keadaan tertentu, implikatur percakapan dapat dibatalkan baik dengan cara
eksplisit ataupun dengan cara kontektual (cancellable).
2.
Ketidakterpisahan
implikatur percakapan dengan cara menyatakan sesuatu. Biasanya tidak ada cara
lain yang lebih tepat untuk mengatakan sesuatu itu, sehingga orang memakai
tuturan bermuatan implikatur untuk menyampaikannya (nondetachable).
3.
Implikatur
percakapan mempersyaratkan makna konvensional dari kalimat yang dipakai, tetapi
isi implikatur tidak masuk dalam makna konvensional kalimat itu (nonconventional).
4.
Kebenaran
isi implikatur tidak tergantung pada apa yang dikatakan, tetapi dapat
diperhitungkan dari bagaimana tindakan mengatakan apa yang dikatakan (calcutable).
5.
Implikatur
percakapan tidak dapat diberi penjelasan spesifik yang pasti sifatnya (indeterminate).
Dapat disimpulkan bahwa suatu implikatur percakapan memiliki
ciri-ciri, yakni : (1) Sesuatu implikatur percakapan dapat dibatalkan dalam hal
tertentu (cancellability), (2) Biasanya tidak ada cara lain untuk
mengatakan apa yang dikatakan dan masih mempertahankan implikatur yang
bersangkutan (nondetachable), (3) Implikatur percakapan mempersyaratkan
pengetahuan terlebih dahulu arti konvensional dari kalimat yang dipakai (nonconventional),
dan (4) Kebenaran isi dari suatu implikatur percakapan bukan tergantung pada
kebenaran yang dikatakan (calcutable).
C. Jenis-jenis Implikatur Percakapan
Menurut Grice (Mudjiono, 1996 : 32-33) ada tiga
jenis implikatur percakapan yakni ; Implikatur konvensional lebih
mengacu pada makna kata secara konvensional, makna percakapan ditentukan oleh
arti konvensional kata-kata yang digunakan. Implikatur praanggapan,
lebih mengacu pada suatu pengetahuan bersama antara penutur dan mitra tutur. Implikatur
nonkonvensional, merupakan suatu implikatur yang lebih mendasarkan
maknanya pada suatu konteks yang melingkupi suatu percakapan. Lebih ringkas
lagi, Stephen C. Levinson mengatakan
hanya ada dua jenis implikatur percakapan yaitu ; implikatur percakapan umum
(implikatur yang yang munculnya di dalam percakapan dan tidak memerlukan
konteks khusus) dan implikatur percakapan khusus (suatu implikatur yang
kemunculannya memerlukan konteks khusus).
D. Iklan
Menurut
KBBI Iklan adalah “berita atau pesan
untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa
yang ditawarkan.” Dari definisi diatas, terdapat beberapa komponen utama dalam
sebuah iklan yakni “mendorong dan membujuk”. Dengan kata lain, sebuah iklan
harus memiliki sifat persuasi. Komponen lain dari sebuah iklan adalah adanya
barang atau jasa yang ditawarkan. Di zaman sekarang ini, pengertian iklan
menjadi diperluas lagi bukan hanya barang dan jasa yang ditawarkan, namun juga
kondisi tertentu. Kita mengenal adanya istilah “iklan layanan masyarakat”.
Dalam sebuah iklan layanan masyarakat, isi iklan tidak membujuk seseorang untuk
membeli barang atau jasa tertentu. Iklan layanan masyarakat menawarkan suatu
kondisi ideal atau sebuah kondisi yang lebih baik dalam sebuah masyarakat.
Media yang digunakan, antara lain televisi, radio, koran, majalah, internet,
dan sebagainya. Iklan berfungsi untuk menawarkan barang atau jasa kepada orang
banyak melalui berbagai media.
BAB
III
PEMBAHASAN
A. Metode Penelitian
Data yang
digunakan dalam penelitian ini, yang akan dikaji dari sudut implikatur
percakapan, adalah data yang diambil dari percakapan yang terjadi di Iklan
Djarum 76 versi Kontes Jin. Pengambilan data diunduh dari youtube Iklan Djarum 76 versi Kontes Jin untuk dianalisis
percakapannya. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif mengacu pada
percakapan yang dilakukan oleh ketiga jin dan respon penonton aksi jin,
pengambilan sampel data dilakukan hanya berkaitan dengan kajian implikatur yang
akan dilakukan. Menganalisis maksud penelitian percakapan anatara tiga jin
tersebut dengan menambahkan respon penikmat film terhadap kasus-kasus korupsi
yang terjadi di Indonesia.
B. Hasil Penelitian
Peneliti
mengambil salah satu iklan Djarum 76 yakni dengan tema iklan Bercerita mengenai
sebuah “Kontes Sulap Jin” yang di
ikuti oleh beberapa perwakilan pesulap dari 3 negara, yakni Jin Mesir, Jin Jepang, dan Jin Indonesia
dengan tujuan unjuk kebolehan dan seberapa mahir pesulap-pesulap ini
memperlihatkan keahlian mereka bermain sulap.
Pesulap mesir menampilan berupa trik
sulap menghilangkan piramida mesir. “Piramida lenyap,” kata Jin Mesir.
Kemudian tak mau kalah, pesulap jepang juga melenyapkan gunung fujiyama yang
semula ada menjadi raib.”Fujiyama hilang,”
kata Jin Jepang.
Tibalah kesempatan untuk Jin Indonesia
unjuk gigi, dengan gaya selengean dan santainya, si pesulap Indonesia
membawa berkas-berkas kasus korupsi yang kemudian di sulap menjadi hilang tanpa
bekas. “Kasus Korupsi hilang,” kata Jin Indonesia. Kemudian Jin Jawa disambut dengan sorak gembira
para koruptor Indonesia terlihat jelas salah satunya sosok tiruan Gayus Tambunan.
Dan jin dari Jndonesia yang keluar menjadi juara, sedangkan jin dari Mesir dan
Jepang terperangah melihat keahlian jin Indonesia seraya menyembah-nyembah.
Dari sepenggal cuplikan percakapan
Iklan Djarum 76 versi Kontes Jin mengandung implikatur bahwa berbagai kasus
korupsi yang melanda Indonesia kini secara lambat laun mulai menghilang. Hal
itu terbukti dalam permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia
yang mana mereka dihadapakan pada negeri yang penuh dengan koruptor. Dimulai
dari kasus Bank Century, Lembaga Pajak Indonesia sampai kasus Wisma Atlet
Hambalang yang belum kunjung jelas akhirnya. Mengacu pada fenomena masyarakat
Indonesia, penikmat televisi khususnya iklan Djarum 76 versi Kontes Jin telah
memiliki reportoar yang sama bahwa pejabat-pejabat penting Indonesia
telah berkorupsi.
Berkas-berkas yang telah dilenyapkan
Jin Indonesia menandakan bahwa proses hukum Indonesia sangat berbelit-belit
menangani korupsi sehingga lambat laun dapat menghilang. Terbukti kasus Bank
Century, saat ini tidak diketahui lagi bagaimana akhir perjalanannya.
Nilai plus dari Iklan Djarum 76 ini
adalah aktualitas, kelucuan dan keberaniannya dalam mengusung tema yang bernada
menyindir perilaku korupsi dan menyentil kuping para koruptor yang memang sudah
bebal saking sudah tidak merasa salah sama sekali dengan tindakan mereka.
Korupsi yang teramat sangat sulit untuk dibersihkan dari kebiasaan aparat dan
masyarakat kita kebanyakan. Para penegak hukum yang juga sebagian korup, turut
mempersulit penegakan hukum dalam membasmi korupsi ini. Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, seolah-olah
berjalan sendiri tanpa didukung lembaga-lembaga berwenang lain. Banyak pihak
yang ternyata tidak senang dengan sepak terjang KPK.
Iklan ini seakan-akan menunjukkan
bahwa korupsi di Indonesia benar-benar sudah menjadi penyakit kronis, yang
sangat sulit disembuhkan. Kebiasaan yang sudah membudaya, sudah mendarah
daging. Sampai-sampai jin pun mendukung perilaku korupsi tersebut, dengan
menghilangkan berkas-berkas kasus korupsi yang tengah diproses secara hukum
oleh aparat berwenang.
Selain itu, korupsi yang sudah
ditangani secara hukum, banyak yang berujung dengan keputusan pembebasan para
tersangka di pengadilan. Banyak kasus korupsi yang menguap begitu saja, atau
dipetieskan. Jika ada satu anggota sebuah institusi menjadi tersangka kasus
korupsi, teman-temannya malah melindunginya, sehingga akhirnya lolos dari
jeratan hukum. Kalaupun ada pelaku korupsi yang sampai dihukum penjara,
hukumannya terlalu ringan. Tidak sebanding dengan kerugian negara, dan
kemiskinan masyarakat Indonesia yang ditimbulkannnya.
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Dalam Iklan Djarum 76 seringkali muncul
dengan berbagai versi yang mampu menarik perhatian dan canda tawa kepada
penikmat media massa. Percakapan yang disampaikan oleh pemain-pemainnya
seringkali memunculkan suatu makna atau maksud dibalik tuturan tersebut.
Implikatur Percakapan sering muncul apabila seorang penikmat media massa iklan
djarum76 mengetahui dan memahami perkembangan masalah publik yang sedang hangat
diperbincangkan. Kesamaan repotoar menjadi jembatan penghubung tersampaikannya
implikatur dari Iklan Djarum 76 versi Kontes Jin. Oleh karena itu, pemahaman
terhadap implikatur akan memperlancar komunikasi publik pada media iklan djarum
76 versi kontes jin.
Dibalik itu semua, setiap percakapan yang terjadi mengkhususkan kajian pada suatu
makna yang implisit dari suatu percakapan yang berbeda dengan makna harfiah
dari suatu percakapan. menerangkan apa yang mungkin diartikan, disarankan, atau
dimaksudkan oleh penutur yang berbeda dengan apa yang sebenarnya yang dikatakan
oleh penutur.
DAFTAR
PUSTAKA
SetiawanEko. http://nurhadyekosetiawan.blogspot.com/implikaturpercakapan.htm diunduh sabtu, 25 Januari 2013 pukul
21:15 WIB
Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu
Pragmatik (Teori dan Penerapannya). Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan
Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Yule,
George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
LAMPIRAN


![]() |
![]() |
Baccarat - Rules, Baccarat, and the Rules - Free Bet
BalasHapusThe Baccarat table is similar to the traditional 바카라 one, so the player will wager on their kadangpintar total number 제왕카지노 of tricks. All tricks involve taking the number of tricks